JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan upacara penutupan pendidikan dan pelatihan (diklat) Bela Negara Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.
Upacara diselenggarakan pukul 08.00 WIB. Upacara diawali dengan penyiapan pasukan SPPI di lapangan. Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo pun memasuki area upacara guna bertindak sebagai pembina.
Tri beserta pemimpin upacara sempat melaksanakan pemeriksaan peserta upacara. Berdasarkan data yang dikuasai ANTARA, tercatat ada 33.758 anggota SPPI yang tuntas menjalani diklat di seluruh penjuru Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 28.626 orang calon manajer KDKMP serta 5.159 orang calon manajer KNMP.
Sementara itu, pihak yang mengikuti upacara di Halim Perdanakusuma, Jumat, berjumlah 3.500 orang.
Selepas melaksanakan pemeriksaan pasukan, Tri Budi kembali menuju podium upacara untuk mengucapkan pernyataan pertanda disudahinya diklat gelombang pertama ini.
"Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Jumat, tanggal 31 Juli 2026, pukul 08.22 Waktu Indonesia Barat, Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026, secara resmi kami nyatakan ditutup," ujar Tri Budi.
Sampai detik ini, rangkaian upacara masih berjalan.Diklat Bela Negara ini berlangsung selama satu setengah bulan di pelbagai fasilitas pelatihan kepunyaan TNI.
Selama satu setengah bulan, para peserta menimba ilmu di bidang manajerial koperasi, kedisiplinan, cinta tanah air, dan bela negara. Materi tersebut disampaikan agar para SPPI mempunyai jiwa nasionalisme tinggi serta jiwa patriot tatkala mengemban tugas sebagai manajer Koperasi Merah Putih.