Zulhas Sebut PSN Tambak Udang Waingapu Mampu Serap 7.000 Tenaga Kerja

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:46:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Integrated Shrimp Farming (ISF) Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sanggup menampung sekitar 7.000 pekerja serta memproduksi 52.000 ton udang tiap tahunnya.

"Pengembangan kawasan budi daya udang terintegrasi tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia," ujar Zulhas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia memaparkan bahwa nilai produksi dari sentra budi daya udang terpadu itu diperkirakan mencapai kisaran Rp4 triliun per tahun. Lebih lanjut, Menko Pangan menerangkan bahwa kawasan ISF Waingapu dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2.150 hektare dengan sokongan investasi negara sebesar Rp7,2 triliun.

Pembangunan dijalankan secara terpadu dari hulu sampai hilir, yang mencakup klaster budi daya, instalasi pengolahan air limbah, tandon, area penghijauan, serta industri penunjang yang turut menggandeng penanaman modal swasta.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, kebutuhan sekitar 7.000 tenaga kerja ini melingkupi berbagai lini rantai usaha, mulai dari penyediaan pakan serta benih, proses budi daya, hingga tahap pengolahan hasil perikanan.

"Manfaat proyek ini tidak hanya diukur dari peningkatan produksi udang nasional, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja," ucap Zulhas.

Saat ini, pemerintah tengah menggenjot pengerjaan infrastruktur yang meliputi pembangunan klaster tambak, jalan kawasan beserta jalan klaster, saluran irigasi, serta beragam fasilitas pendukung sebelum aktivitas produksi resmi dimulai.

Di samping konstruksi fisik, tahapan rekrutmen terhadap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal pun sudah mulai berjalan. Nantinya, para calon pekerja akan diikutsertakan dalam program pelatihan guna memenuhi standar operasional kawasan tersebut.

Kemenko Pangan menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan langkah antar kementerian dan lembaga terkait demi menuntaskan berbagai kebutuhan proyek serta mengatasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya.

Pemerintah sendiri secara resmi mematok target agar PSN ISF Waingapu dapat mulai beroperasi pada tahun 2028 mendatang.

Selepas beroperasi penuh, kawasan ini diandalkan mampu mendongkrak produksi udang nasional, memperkokoh industri pengolahan perikanan, serta melahirkan sumber pendapatan anyar bagi warga Sumba Timur.

Penyusunan kawasan secara terpadu ini juga diharapkan mampu membentuk rantai pasok udang yang jauh lebih efektif, terhitung sejak penyediaan sarana produksi hingga tahap pengolahan serta pemasaran hasil budi daya.

"Pemerintah menargetkan PSN ISF Waingapu mulai beroperasi pada 2028 sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur," pungkas Zulhas.

Terkini