Peluang Investasi Perumahan: RI-China Perkuat Kemitraan

Jumat, 31 Juli 2026 | 00:34:32 WIB
Pembahasan seputar kolaborasi sektor perumahan ini dilangsungkan melalui pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait beserta Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China, yaitu Ni Hong. (Foto: NET)

JAKARTA — Pemerintahan Indonesia bersama pihak China mendiskusikan peluang peningkatan kolaborasi di ranah perumahan, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta golongan menengah. 

Di samping itu, kedua belah pihak turut menjajaki pertukaran pengalaman, penerapan teknologi bidang konstruksi, dukungan permodalan, serta perluasan penanaman modal yang berorientasi pada keuntungan bersama.

Pembahasan seputar kolaborasi sektor perumahan ini dilangsungkan melalui pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait beserta Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China, yaitu Ni Hong, pada hari Rabu (29/7/2026).

Di dalam kesempatan tersebut, Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China, Ni Hong menyampaikan bahwa kerja sama di bidang perumahan antara Indonesia dan China memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa Indonesia menyambut baik penguatan kerja sama yang dibangun atas dasar kemitraan yang saling menguntungkan (mutual benefit). 

Maruarar menekankan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi investasi, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara.

Guna mendukung hal tersebut, dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia bakal menyiapkan lahan-lahan strategis yang dapat dikembangkan, menyediakan data kebutuhan perumahan yang akurat berbasis Badan Pusat Statistik (BPS), serta menyempurnakan regulasi guna menciptakan iklim kerja sama dan investasi yang lebih kondusif.

“Kami akan siapkan lahan, kami akan siapkan data market, dan kami akan siapkan aturan-aturan yang ada. Tiga hal ini yang akan kami siapkan untuk kemudian dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak Tiongkok,” kata Maruarar dikutip dari laman resmi Kementerian PKP, Jumat (31/7/2026).

Selain itu, Maruarar juga berharap setiap proyek kerja sama yang dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional dengan mengutamakan penggunaan material bangunan produksi Indonesia serta melibatkan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pembangunan.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Tiongkok di bidang perumahan. Namun kami tidak ingin hanya menjadi market, kami ingin menjadi mitra strategis yang sama-sama memberikan manfaat. Dalam setiap kerja sama yang dilakukan, kami juga ingin agar material bangunan dari dalam negeri dapat digunakan dan industri lokal ikut terlibat, sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Maruarar.

Dengan demikian, sinergi sektor perumahan antara Indonesia dan China diproyeksikan tidak hanya mempercepat penyediaan hunian layak serta terjangkau bagi masyarakat, melainkan turut memicu ekspansi industri domestik, membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus menghadirkan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi kedua negara.

Terkini