Laba ULTJ Meroket ke Rp1,05 Triliun di Semester I/2026

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:52:01 WIB
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA - Pada paruh pertama tahun 2026, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) mencatatkan peningkatan performa keuangan yang signifikan. Hal ini dipicu oleh kuatnya angka penjualan minuman, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, nilai penjualan bersih Ultrajaya menyentuh angka Rp5,494 triliun, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 34,6% dibandingkan Rp4,082 triliun pada semester I/2025. 

Seiring dengan peningkatan tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket 73,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,05 triliun, dari sebelumnya Rp603,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan ini mayoritas didukung oleh permintaan domestik. Di pasar lokal, penjualan produk minuman menembus Rp6,07 triliun, naik sekitar 34,9% YoY dibandingkan Rp4,50 triliun pada paruh pertama 2025. 

Di sisi lain, penjualan produk makanan di dalam negeri terpantau cukup stabil di angka Rp27,93 miliar, berselisih tipis dari Rp28,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk pasar internasional, ekspor minuman mencatatkan tren positif dengan nilai Rp12,44 miliar, melonjak tajam sekitar 102,2% YoY dari Rp6,15 miliar pada semester I/2025. Namun, kondisi berbeda dialami oleh penjualan ekspor makanan yang justru menyusut menjadi Rp2,97 miliar dari sebelumnya Rp4,09 miliar.

Akumulasi penjualan dari pasar domestik dan internasional tersebut menyumbang total penjualan bruto senilai Rp6,109 triliun. Setelah dikurangi PPN dan bonus kinerja, perusahaan akhirnya memperoleh penjualan bersih sebesar Rp5,49 triliun.

Terkait profitabilitas, lonjakan penjualan berhasil mengerek laba kotor perusahaan menjadi Rp1,90 triliun. Angka ini bertumbuh 38,5% YoY dari Rp1,37 triliun, kendati beban pokok penjualan ikut naik dari Rp2,71 triliun menjadi Rp3,60 triliun. 

Bersamaan dengan itu, perusahaan sukses mempertahankan efisiensi operasionalnya. 

Hal ini terlihat dari menyusutnya total beban usaha menjadi Rp599,06 miliar dari sebelumnya Rp623,47 miliar, yang berimbas pada melesatnya laba usaha sebesar 73,9% YoY menjadi Rp1,30 triliun, dibandingkan Rp746,32 miliar pada paruh pertama 2025.

Dari segi neraca, Ultrajaya terbukti masih memelihara struktur keuangan yang kokoh. Per 30 Juni 2026, total aset perusahaan berada di angka Rp9,07 triliun, mengalami sedikit penurunan dari Rp9,25 triliun pada penghujung tahun 2025. 

Berbeda dengan aset, total liabilitas justru naik menjadi Rp1,05 triliun dibandingkan Rp937,01 miliar pada akhir Desember 2025. Peningkatan ini mayoritas dipicu oleh naiknya liabilitas jangka pendek yang menyentuh Rp902,34 miliar, dari sebelumnya Rp787,85 miliar pada akhir tahun lalu. 

Sementara itu, total ekuitas tercatat sedikit menyusut ke angka Rp8,02 triliun dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp8,32 triliun.

Terkini

Concacaf Tolak Proposal Baru FIFA Terkait FFE

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:23:01 WIB

Caroline Dubois Gabung Tim Manny Robles Untuk Babak Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:18:01 WIB

PSS Sleman Siap Hadapi Jadwal Padat Musim 2026/2027

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 04:16:31 WIB