Harga Solar Shell Naik Jadi Rp21.910 per Liter per 1 Agustus 2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:59:13 WIB
Shell Umumkan Harga Solar Naik Jadi Rp21.910 per Liter [FOTO: NET].

JAKARTA - Manajemen pihak Shell Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa besaran harga produk bahan bakar minyak (BBM) kategori jenis minyak solar mengalami kenaikan, yakni dari posisi Rp21.340 per liter pada periode bulan Juli lalu menjadi senilai Rp21.910 per liter mulai terhitung tanggal 1 Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan yang diakses melalui halaman situs resmi mereka dari wilayah Jakarta pada hari Sabtu, pihak Shell Indonesia turut mengumumkan bahwa produk bahan bakar Shell V-Power Diesel kini telah tersedia dan dapat dijumpai pada sejumlah kawasan wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta Jawa Timur.

Penetapan angka harga jual minyak solar di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell tersebut berjalan selaras dengan kondisi pergerakan harga minyak mentah dunia yang tengah mengalami dinamika fluktuasi akibat adanya eskalasi konflik perang antara koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel melawan negara Iran.

Pergerakan harga komoditas solar tersebut tercatat sempat berada di angka Rp14.620 per liter pada tanggal 1 Maret 2026, yang kemudian melonjak drastis menyentuh level Rp30.890 per liter pada bulan Mei, sebelum akhirnya mengalami koreksi turun ke posisi Rp24.490 per liter pada bulan Juni, dan kembali turun ke angka Rp21.340 per liter tepat pada tanggal 1 Juli 2026.

Sementara itu, untuk varian produk bahan bakar minyak jenis Shell Super, Shell V-Power, serta Shell V-Power Nitro+ dilaporkan masih belum tersedia dan belum dipasarkan sejak memasuki awal tahun 2026.

Di sisi lain, langkah berbeda diambil oleh PT Pertamina (Persero) yang mengumumkan bahwa jajaran harga produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi khususnya untuk jenis solar, seperti halnya produk Pertamina Dex serta Dexlite, terpantau tidak mengalami perubahan harga sama sekali.

Sebagai contoh wilayah di kawasan Jabodetabek, tercatat besaran harga produk BBM jenis Dexlite (CN 51) berada pada posisi stabil di level Rp19.700 per liter, sementara produk Pertamina Dex (CN 53) juga terpantau stabil pada kisaran harga Rp21.150 per liter.

Kendati demikian, penyesuaian harga justru terjadi pada produk bahan bakar minyak nonsubsidi kelompok Pertamax series yang tercatat mengalami penurunan harga. Harga jual Pertamax mengalami koreksi turun dari posisi Rp16.250 per liter pada periode Juli 2026, menjadi senilai Rp15.950 per liter mulai tanggal 1 Agustus 2026. Demikian pula dengan harga produk Pertamax Green yang ikut turun dari semula Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter.

Selanjutnya, penurunan harga juga dialami oleh produk Pertamax Turbo yang terpangkas dari harga sebelumnya Rp19.300 per liter menjadi senilai Rp18.300 per liter.

Adapun untuk jajaran produk bahan bakar minyak kategori penugasan serta subsidi dipastikan tidak mengalami pergerakan perubahan harga, di mana harga Pertalite tetap dipertahankan pada level Rp10.000 per liter serta Biosolar dipatok seharga Rp6.800 per liter.

Terkini

OJK Tutup 10 BPR hingga Juli 2026, Cek Rekening Anda

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:57:01 WIB

Veyre Tantang Petinju Tak Terkalahkan pada Laga Gelar WBC

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:53:31 WIB

Transformasi BACH Perkuat Prospek Bisnis Digital

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:50:31 WIB

Pegula Singkirkan Kalinskaya untuk Rebut Tiket Semifinal

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:47:02 WIB

Fundora Dijadwalkan Bela Gelar WBC Lawan Hadribeaj

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:42:02 WIB