Syngenta Indonesia Kenalkan Teknologi Biostimulan untuk Padi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:13:31 WIB
Syngenta Indonesia Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Syngenta Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam menggalakkan inovasi pertanian berkelanjutan, salah satunya lewat pemanfaatan biostimulan guna membudidayakan padi.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menyatakan bahwa biostimulan "Cuprinomat" dirancang untuk membantu mengoptimalkan proses alami tanaman sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap cekaman abiotik, seperti kondisi lingkungan yang kurang ideal (panas, kekeringan, atau faktor nonhama lainnya).

Teknologi ini, sambung dia melalui keterangannya di Jakarta pada hari Sabtu, mengunggulkan tiga manfaat utama, yakni solusi lengkap tepat, pertumbuhan memikat, serta hasil melompat, demi membantu para petani mengatasi tantangan budidaya di lapangan.

"Kami menghadirkan solusi yang membantu tanaman tetap tumbuh optimal dalam berbagai kondisi, sehingga petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan berkelanjutan," ujarnya saat peluncuran biostimulan "Cuprinomat" di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Menurutnya, biostimulan tersebut memadukan asam amino, asam humat, asam fulvat, serta nutrisi mikro komprehensif yang bekerja secara sinergis untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Selain itu, teknologi ini berfungsi memperkuat daya tahan terhadap stres lingkungan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, serta mendukung peningkatan hasil panen.

Inovasi tersebut kian relevan di tengah dinamika perubahan iklim yang mengharuskan penerapan praktik pertanian yang lebih adaptif serta berkelanjutan.

Eryanto mengutarakan bahwa perusahaan telah memperkenalkan teknologi biostimulan itu kepada para petani di berbagai kawasan, meliputi Medan, Alahan Panjang, Lampung, Karawang, Indramayu, Grobogan, Jember, Lombok, Makassar, hingga yang terbaru di Sidrap.

Di setiap lokasi singgah, imbuhnya, pihak perusahaan mengadakan pertemuan serta merangkul total 500 petani guna membagikan informasi seputar kegunaan teknologi biostimulan tersebut.

"Berdasarkan pengamatan selama rangkaian kegiatan, tanaman yang diberi perlakuan teknologi biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan," ujarnya.

Jumaidi, seorang petani padi asal Sidrap, mengungkapkan bahwa tanaman yang memperoleh biostimulan tersebut tumbuh lebih baik serta diyakini mampu menghadapi tantangan cuaca sekaligus menggenjot hasil budidaya.

Terkini

Rincian Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar di Tiga Bank

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:14:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:11:01 WIB

Sebanyak 432 Atlet Bela Indonesia di Asian Games 2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:06:31 WIB

BBYB Bidik Pembagian Dividen Kembali pada 2028

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:03:01 WIB

Timnas BMX Matangkan Persiapan Asian Games di Banyuwangi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:00:01 WIB