Orang Tua Diminta Waspada DBD Saat Anak Masuk Sekolah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:01:32 WIB
Praktisi medis sekaligus kreator konten edukasi kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qothi. (Foto: NET)

JAKARTA — Para orang tua didesak untuk menjadikan proteksi terhadap demam berdarah dengue (DBD) sebagai prioritas utama dalam rangka menyambut tahun ajaran baru anak, mengingat ancaman infeksi tersebut masih menghantui dan bisa menyerang kapan saja.

Praktisi medis sekaligus kreator konten edukasi kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qothi, menyampaikan dalam keterangannya di Jakarta pada hari Sabtu bahwa ancaman penularan DBD tidak terbatas hanya pada musim hujan semata, sehingga langkah preventif wajib dijalankan secara konsisten baik di lingkungan tempat tinggal maupun area sekolah.

"DBD bukan penyakit musiman. Risiko penularannya ada sepanjang tahun, sehingga kewaspadaan juga perlu dijaga setiap saat. Pada musim kemarau, tempat-tempat yang dapat menampung air tetap berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak jika tidak ditutup, dikuras, atau dibersihkan secara rutin," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan kurun waktu 2018 hingga 2025, kelompok umur antara 5 sampai 14 tahun secara konsisten menunjukkan angka persentase mortalitas akibat dengue paling tinggi dibandingkan demografi umur yang lain.

Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 59 persen kasus kematian akibat dengue menimpa anak-anak usia 0 sampai 14 tahun, dengan rincian 41 persennya berasal dari rentang usia 5 hingga 14 tahun.

Di sisi lain, kategori usia 15 sampai 44 tahun mendominasi sebagai penyumbang angka kesakitan dengue terbanyak, yakni menyentuh angka 42 persen dari keseluruhan total kasus sepanjang tahun 2025.

Ikhsan memaparkan bahwa virus dengue mempunyai empat varian serotipe meliputi DENV-1, DENV-2, DENV-3, serta DENV-4, yang berarti seseorang yang pernah terjangkit oleh satu jenis serotipe tertentu masih mempunyai peluang untuk tertular kembali oleh serotipe yang lain.

Menurut pandangannya, paparan infeksi susulan tersebut berpotensi menaikkan tingkat kerentanan terhadap kemunculan dengue parah, sehingga masyarakat tetap diwajibkan menjalankan proteksi diri meskipun riwayat pernah menderita DBD sebelumnya telah tercatat.

Ia turut memberikan peringatan keras agar para orang tua tidak menjadi lengah manakala gejala panas tinggi pada anak mulai mereda, dikarenakan pada sejumlah pasien indikasi klinis yang berbahaya justru muncul selepas fase tersebut terlewati.

"Jika anak mengalami muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan atau gusi berdarah, terlihat sangat lemas, gelisah, atau mengalami penurunan kesadaran, segera bawa ke fasilitas kesehatan," ujarnya.

Tidak hanya memberikan dampak buruk bagi aspek kesehatan fisik, serangan DBD terbukti pula mampu mengganggu kelancaran proses edukasi anak serta membebani finansial rumah tangga. 

Dalam laporan yang sama diungkapkan bahwasanya setiap satu kejadian rawat inap akibat infeksi dengue memicu kisaran tanggungan biaya sekitar Rp6 juta.

Ikhsan menegaskan bahwa upaya pencegahan DBD wajib dijalankan secara menyeluruh lewat implementasi metode 3M Plus, yang mencakup kegiatan menguras serta menutup wadah penampungan air, mengolah kembali atau membuang barang-barang bekas penampung air, serta mengenakan alat pelindung diri terhadap sengatan nyamuk.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa vaksin pencegah dengue kini telah masuk ke dalam daftar anjuran imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bagi anak-anak serta rekomendasi imunisasi dewasa yang dikeluarkan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

"Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah anak dan anggota keluarga lainnya telah memenuhi kriteria untuk mendapatkan vaksinasi dengue," katanya.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengutarakan pendapat bahwa upaya membentengi diri dari ancaman DBD menuntut adanya sinergi yang kuat di antara unsur keluarga, institusi pendidikan, jajaran pemerintah, para tenaga medis, serta berbagai elemen masyarakat guna mewujudkan target nasional nol kematian akibat dengue pada tahun 2030 mendatang.

Terkini

Nindya Karya Kebut Proyek Garam Nasional Di Rote Ndao

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:48:01 WIB

Belanja Pemerintah Jadi Penopang Ekonomi Kuartal II-2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:46:32 WIB

OJK Dorong Transformasi Digital Industri Dana Pensiun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:45:01 WIB

Panduan Lengkap Beli Tiket GIIAS 2026 Online

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:43:31 WIB