JAKARTA - PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) mencatatkan pertumbuhan penjualan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Kendati demikian, perolehan laba bersih perseroan justru mengalami koreksi yang dipicu oleh pembengkakan beban operasional.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Senin (3/8), AISA membukukan angka penjualan neto senilai Rp 1,06 triliun selama semester I-2026. Capaian tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 11,38% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 951,70 miliar.
Peningkatan penjualan tersebut utamanya didukung oleh kontribusi dari segmen makanan ringan yang menyumbang Rp 675,75 miliar serta segmen makanan pokok sebesar Rp 446,59 miliar.
Setelah dikurangi dengan komponen rabat, diskon, dan retur senilai Rp 71,41 miliar, total penjualan neto perseroan resmi tercatat sebesar Rp 1,06 triliun.
Seiring dengan bertumbuhnya angka penjualan, beban pokok penjualan ikut terkerek naik sebesar 14,29% menjadi Rp 672,27 miliar dari sebelumnya Rp 588,23 miliar pada semester I-2025.
Meskipun demikian, laba bruto perusahaan masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,18% menjadi Rp 378,66 miliar, naik dari perolehan tahun lalu yang sebesar Rp 363,46 miliar.
Sementara itu, dari segi operasional, beban penjualan dan distribusi tercatat mengalami eskalasi sebesar 17,35% menjadi Rp 239,89 miliar dibanding periode sebelumnya yang sebesar Rp 204,43 miliar.
Pada saat bersamaan, pos beban umum dan administrasi turut mengalami kenaikan sebesar 4,91% menjadi Rp 95,17 miliar dari Rp 90,72 miliar.
Sebagai akumulasi dari berbagai tekanan biaya tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada akhirnya tercatat sebesar Rp 41,91 miliar.
Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 3,21% jika dibandingkan dengan capaian pada semester I-2025 yang bernilai Rp 43,30 miliar.