Pendapatan Naik 18,3%, Laba ASRI Turun 69,34%

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:09:32 WIB
PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup tajam sebesar 69,34% hingga menjadi Rp12,7 miliar pada paruh pertama tahun 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup tajam sebesar 69,34% hingga menjadi Rp12,7 miliar pada paruh pertama tahun 2026, dari sebelumnya membukukan Rp41,6 miliar pada periode yang sama di tahun 2025. 

Kendati demikian, dari sisi operasional, perseroan tetap mampu membukukan pertumbuhan pendapatan.

Sepanjang semester I/2026, entitas bisnis tersebut mengantongi pendapatan senilai Rp1,3 triliun, yang menunjukkan kenaikan sebesar 18,3% secara tahunan (year on year/YoY) apabila dibandingkan dengan perolehan senilai Rp1,1 triliun pada periode serupa tahun sebelumnya.

Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya menerangkan bahwa susutnya perolehan laba dipicu oleh adanya pergeseran komposisi pendapatan.

"Perlambatan laba mencerminkan pencapaian marketing sales tahun lalu yang turun sekitar 25% dibandingkan pencapaian tahun 2024. Selain itu, kontribusi penjualan lahan yang memiliki margin lebih tinggi juga lebih rendah sehingga menyebabkan margin perseroan mengalami tekanan," jelasnya, Senin (3/8/2026).

Ia menyambung bahwa dari sisi topline, penguatan performa ditopang oleh lini real estate yang melesat 30,1% YoY menjadi Rp864,6 miliar. Kenaikan tersebut digerakkan oleh bertumbuhnya penjualan rumah tapak serta ruko yang mencatatkan angka Rp376,2 miliar atau menanjak 29,7% YoY.

Di samping itu, pendapatan dari sektor apartemen turut mengalami kenaikan menjadi Rp240 miliar, sementara sektor perkantoran melonjak tinggi hingga 165,4% YoY menjadi Rp48,7 miliar.

Meskipun demikian, berbagai peningkatan tersebut sebagian tereduksi oleh melemahnya penjualan lahan yang hanya membukukan angka Rp199,4 miliar, berbanding kontribusi Rp336,9 miliar pada semester I/2025.

Sementara itu, aliran pendapatan berulang (recurring income), ungkapnya, terpantau stabil dengan peningkatan nilai menjadi Rp355,3 miliar dari catatan sebelumnya sebesar Rp341,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun sektor pariwisata pun menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan sumbangan pendapatan di kisaran Rp100 miliar.

Pihak perseroan telah merancang sejumlah inisiatif proyek anyar demi mempertahankan momentum penjualan pada paruh kedua tahun ini. Rencana tersebut mencakup peluncuran dua hingga tiga proyek baru yang memusatkan bidikan pada segmen perumahan serta rumah toko (ruko).

"Untuk semester II/2026, akan ada dua hingga tiga peluncuran proyek baru. Segmennya tetap di perumahan dan ruko sesuai fokus awal, sekaligus melanjutkan proyek-proyek yang telah diluncurkan pada semester I/2026," ujarnya.

Dalam ranah ekspansi bisnis, ASRI memastikan komitmen alokasi belanja modal guna menjaga kesinambungan pembangunan proyek ke depan. Edward menyampaikan bahwa perseroan menganggarkan dana capital expenditure (capex) khusus landbanking berkisar antara Rp250 miliar sampai Rp300 miliar tiap tahunnya.

Alokasi dana tersebut difungsikan untuk meregenerasi serta menggantikan cadangan lahan yang telah terserap dan terjual pada periode tahun sebelumnya.

Tags

Terkini

Barcelona Tunggu Tawaran PSG untuk Torres, Incar Rp 1 T

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:39:02 WIB

Xabi Alonso Lupakan Masa Lalu, Fokus Latih Chelsea

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:36:02 WIB

Jadwal MotoGP Inggris 2026 dan Klasemen Terbaru Pekan Ini

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:34:31 WIB

Waspadai 7 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis dan Biayanya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30:01 WIB

Persib Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:28:31 WIB