PM Thailand Tawarkan Stok Beras dan Minta Akses Pasar Pertanian RI

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:48:32 WIB
PM Thailand Tawarkan Pasokan Beras dan Perdagangan Pertanian ke RI [FOTO: NET].

JAKARTA — Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul menyodorkan penguatan sinergi ketahanan pangan bersama Indonesia, mulai dari kesiapan menjadi pemasok beras bermutu tinggi hingga penggenjotan perdagangan produk pertanian dan pupuk antarkedua negara.

Komitmen tersebut diutarakan Anutin sewaktu menggelar pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kunjungan kenegaraannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam bahasannya mengenai kerja sama ekonomi, Anutin menegaskan Thailand berkeinginan menjadi mitra strategis Indonesia demi memperkokoh ketahanan pangan di tengah membubungnya tantangan terhadap pasokan pangan dunia.

"Mengenai ketahanan pangan, negara saya siap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia. Saya mengusulkan agar kami menjajaki lebih banyak kerja sama di bidang-bidang berikut," ujar Anutin.

Di sektor beras, Thailand menyatakan siap menjadi pemasok yang tepercaya untuk Indonesia bilamana dibutuhkan.

"Di bidang beras, Thailand siap menjadi pemasok beras berkualitas tinggi yang dapat diandalkan untuk Indonesia," katanya.

Di samping beras, Anutin turut memohon dukungan pemerintah Indonesia demi menggenjot akses produk-produk pertanian Thailand menuju pasar dalam negeri, mencakup komoditas peternakan hingga alat mesin pertanian.

"Di bidang perdagangan pertanian, saya meminta dukungan Indonesia untuk meningkatkan impor produk daging dan susu pertanian Thailand serta mesin-mesin ke Indonesia," ujarnya.

Sebagai imbal baliknya, Thailand turut berkeinginan memperbesar volume impor pupuk urea dari Indonesia guna mencukupi kebutuhan sektor pertaniannya.

"Di bidang pupuk, sebagai imbalannya, kami juga ingin mengimpor lebih banyak pupuk urea dari Indonesia, sehingga kami dapat meningkatkan volume perdagangan saat ini dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton per tahun," tutur Anutin.

Tags

Terkini