Menhan Sjafrie Pastikan Kesiapan Pertahanan di NTT Tetap Maksimal dan Tangguh

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:30:40 WIB
Menhan Sjafrie Pastikan Kesiapan Pertahanan di NTT Tetap Maksimal dan Tangguh

JAKARTA - Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memulai kunjungan kerja perdananya di Nusa Tenggara Timur untuk meninjau kesiapan pertahanan wilayah tersebut. 

Kedatangannya disambut oleh jajaran pemerintahan dan TNI, menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan institusi militer. Agenda ini menekankan perlunya kesiapsiagaan pertahanan udara, darat, dan laut menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

Kunjungan Perdana di Wilayah Strategis

Sebagai wilayah yang berbatasan darat dengan Timor Leste dan laut dengan negara tetangga, NTT menjadi fokus strategi pertahanan nasional. 

Gubernur NTT menyatakan apresiasinya atas kunjungan Menhan dan rombongan, menilai ini sebagai bentuk perhatian negara terhadap keamanan dan stabilitas wilayah. Diskusi yang dilakukan membahas perkembangan pertahanan serta penguatan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Dalam kunjungan ini, Menhan juga melakukan peninjauan fasilitas pertahanan dan bertemu langsung dengan pimpinan Lanud El Tari serta Danrem 161/Wira Sakti. Hal ini menjadi momen strategis untuk mengevaluasi kesiapan satuan TNI di lapangan. Sinergi dan komunikasi intensif menjadi fokus utama agar setiap potensi risiko dapat segera diantisipasi.

Fasilitas dan Dukungan TNI dalam Kunker

Danlanud El Tari menyampaikan kesiapan fasilitas TNI, termasuk pesawat TNI Angkatan Udara, untuk mendukung perjalanan Menhan selama berada di NTT. 

Dukungan ini mempermudah mobilitas Menhan dalam meninjau titik-titik strategis di wilayah terpencil. Koordinasi dengan satuan setempat memastikan seluruh agenda kunjungan berjalan lancar dan aman.

Selain itu, staf TNI yang mendampingi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak agar kegiatan kunjungan kerja efektif. 

Persiapan logistik dan keamanan dilakukan secara matang untuk mendukung Menhan dalam melakukan penilaian kesiapan pertahanan. Dengan pengawasan langsung, potensi kendala di lapangan dapat segera ditangani.

Kehadiran dalam Kongres UNTAS

Menhan Sjafrie juga menghadiri Kongres Uni Timor Aswain (UNTAS) untuk periode pengurus 2025-2030. Kehadiran Menhan di kongres ini menjadi bentuk apresiasi terhadap warga Indonesia asal Timor-Timur yang tetap mengabdi pada NKRI. 

Agenda tersebut juga menjadi momen penting melihat kondisi dan aspirasi masyarakat, serta memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan komunitas lokal.

Ketua UNTAS menyampaikan bahwa kehadiran Menhan memberikan semangat dan penghargaan bagi warga yang telah lama berkontribusi di NTT. 

Kongres ini tidak hanya sebagai acara formal, tetapi juga menjadi simbol perhatian negara terhadap sejarah dan perjuangan masyarakat Timor-Timur. Kehadiran Menhan menunjukkan bagaimana pemerintah menempatkan komunitas diaspora sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.

Koordinasi dan Sinergi Kegiatan Pertahanan

Dalam kunjungan kerja ini, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Wakasad, Irjen Kemenhan, Kabaloghan, Kabacadnas, Rektor Unhan RI, dan jajaran lainnya. 

Kehadiran rombongan pimpinan ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam membangun pertahanan yang tangguh. Setiap langkah kunjungan diarahkan untuk mengevaluasi kesiapan wilayah dan meningkatkan kemampuan mitigasi ancaman secara sistematis.

Sinergi yang terbangun antara Menhan, pemerintah daerah, dan satuan TNI menjadi contoh penguatan pertahanan nasional di wilayah perbatasan. 

Agenda kunker tidak hanya menitikberatkan pada peninjauan fisik, tetapi juga penguatan komunikasi, edukasi pertahanan, dan penguatan moral satuan. Dengan demikian, NTT dapat dipastikan menjadi wilayah yang siap menghadapi berbagai dinamika keamanan dan tantangan strategis.

Terkini