Wamen Koperasi Pastikan 1.000 KDKMP Tuntaskan Bangun Gerai Serta Gudang

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:41:26 WIB
Wamen Koperasi Pastikan 1.000 KDKMP Tuntaskan Bangun Gerai Serta Gudang

JAKARTA - Wamen Koperasi: 1.000 KDKMP tuntas bangun gerai dan gudang menjadi kabar positif bagi penguatan ekonomi desa.

Farida Farichah menyampaikan, sebanyak 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menyelesaikan pembangunan gerai dan gudangnya. Gerai dan gudang ini siap digunakan untuk operasional distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Ia menambahkan, pembangunan fisik KDKMP masih berlangsung di 29.000 lokasi lain di seluruh Indonesia. Target kementerian adalah memastikan pada Maret nanti minimal 30.000 KDKMP telah rampung dari sisi fisik dan siap operasional. Penyelesaian tahap awal ini menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan Koperasi Merah Putih.

Farida menjelaskan bahwa pembangunan gerai dan gudang baru menyentuh aspek fisik, sementara proses operasionalisasi masih disusun. 

Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PT Agro Industri Nasional (Agrinas) untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan lancar. Fokusnya adalah agar setiap koperasi dapat melayani masyarakat secara efektif setelah infrastruktur siap.

Peran KDKMP dalam Distribusi Kebutuhan Pokok

Gerai dan gudang KDKMP akan menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat di desa dan kelurahan. Farida menyebutkan, program ini dirancang agar koperasi tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik saja, tetapi juga berfungsi secara operasional. 

Dengan demikian, setiap desa dan kelurahan memiliki akses yang lebih mudah terhadap barang kebutuhan pokok.

Ia menekankan bahwa KDKMP dapat memperpendek rantai distribusi dan menekan biaya logistik. Keberadaan gerai dan gudang juga diharapkan dapat mendukung UMKM lokal dalam memasok kebutuhan pasar desa. Program ini menjadi contoh konkret bagaimana koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat di tingkat lokal.

Selain itu, KDKMP diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan gerai yang lengkap dan gudang yang memadai, distribusi barang tidak terganggu oleh keterbatasan infrastruktur. Ini menjadi langkah awal yang penting sebelum operasionalisasi koperasi berjalan penuh.

Operasionalisasi Koperasi Merah Putih

Meskipun pembangunan fisik telah selesai, operasionalisasi KDKMP masih menjadi fokus utama pemerintah. Farida menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi bersama Agrinas sedang menyusun mekanisme pengelolaan. Tujuannya agar setiap koperasi dapat mendistribusikan barang kebutuhan pokok secara teratur dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, sistem operasional akan menyesuaikan dengan karakteristik desa dan kelurahan masing-masing. Hal ini termasuk menentukan stok barang, jadwal distribusi, dan mekanisme pengelolaan gudang. Operasionalisasi yang terstruktur menjadi syarat agar KDKMP dapat berfungsi sebagai solusi distribusi pangan yang efektif.

Farida menekankan pentingnya peran pengurus koperasi yang baru terbentuk. Mereka harus siap mengelola gerai dan gudang dengan baik, karena infrastruktur yang telah dibangun akan sia-sia jika tidak diikuti manajemen yang tepat. 

Dengan persiapan ini, KDKMP diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Program Prioritas Pemerintah untuk Desa

Wamen Koperasi menegaskan, Koperasi Merah Putih merupakan program prioritas pemerintah. Instruksi Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa tujuan utama adalah menyejahterakan masyarakat desa dan kelurahan. 

Farida menyampaikan bahwa pembangunan dan operasionalisasi KDKMP harus selaras dengan misi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ia menambahkan, keberhasilan KDKMP tidak hanya diukur dari fisik dan operasionalnya, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Setiap gerai dan gudang harus mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga wajar. 

Program ini menjadi alat pemerintah untuk memastikan distribusi ekonomi di desa dan kelurahan berjalan merata.

Selain itu, KDKMP diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, koperasi dapat memberdayakan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan keluarga. 

Farida menekankan bahwa keberhasilan program ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengurus koperasi, dan masyarakat desa.

Target dan Harapan ke Depan

Farida menyebutkan, target kementerian adalah memastikan seluruh KDKMP, sekitar 30.000 unit, rampung dari sisi fisik dan siap beroperasi pada Maret mendatang. Wamen Koperasi menegaskan bahwa pembangunan ini adalah langkah awal untuk memastikan koperasi dapat berperan aktif dalam perekonomian lokal. 

Dengan gerai dan gudang yang siap operasional, masyarakat akan mendapatkan kemudahan akses kebutuhan pokok.

Ia menekankan bahwa keberhasilan KDKMP akan menjadi tolok ukur keberhasilan program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat desa dan kelurahan. 

Farida berharap, setiap koperasi yang dibangun dapat langsung memberikan manfaat nyata bagi warga setempat. Program ini juga menjadi contoh bagaimana koperasi bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat di seluruh Indonesia.

Farida menutup dengan menegaskan pentingnya pengawasan dan pendampingan operasional KDKMP. Pemerintah akan terus mendukung melalui pelatihan, monitoring, dan integrasi sistem distribusi barang. 

Dengan demikian, pembangunan gerai dan gudang yang telah tuntas akan sejalan dengan tujuan akhir yaitu kesejahteraan masyarakat di desa dan kelurahan.

Terkini