JAKARTA - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) menjalin kerja sama strategis dengan iForte Energi Nusantara, bagian dari Grup Djarum, untuk membangun PLTS atap hybrid terbesar di Pulau Jawa.
Proyek ini ditujukan untuk sektor manufaktur dengan tujuan meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung agenda industri hijau. Inisiatif ini menegaskan komitmen ISSP dalam mengintegrasikan energi bersih pada operasional produksi mereka.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya perusahaan menghadirkan inovasi berkelanjutan yang berdampak nyata pada lingkungan. Dengan pemanfaatan energi surya, ISSP berharap mengurangi jejak karbon dan meningkatkan daya saing industri. Proyek ini menandai kolaborasi strategis yang menggabungkan teknologi canggih dan praktik bisnis berkelanjutan.
Detail Proyek PLTS Hybrid di Fasilitas Produksi
Proyek mencakup implementasi PLTS atap di dua fasilitas utama, yakni Plant 5 dengan kapasitas 904 kWp dan Plant 7 dengan sistem hybrid berkapasitas 5,4 MWp. Untuk Plant 7, instalasi dilengkapi dengan battery energy storage system (BESS) berkapasitas 1 MWh untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
“Secara kumulatif, kedua fasilitas baru ini diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 9.431,31 MWh per tahun,” ujar Wakil Direktur Utama ISSP, Tedja Sukmana Hudianto.
Tedja menambahkan, penerapan energi surya di fasilitas ini diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 8.488 ton CO² per tahun.
Angka ini setara dengan penanaman sekitar 188.626 pohon, memperlihatkan dampak lingkungan yang signifikan. Ia menekankan bahwa integrasi energi bersih merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Menurut Tedja, kerja sama ini juga memperkuat daya saing industri melalui energi yang hemat dan berkelanjutan. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor manufaktur dapat mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mendorong perusahaan lain mengikuti jejak efisiensi energi serupa.
Model Solar OPEX dan Efisiensi Biaya
Dalam kolaborasi ini, iForte Energi menerapkan skema Solar OPEX Model agar ISSP dapat memanfaatkan energi surya tanpa investasi awal. Sistem zero capex ini memungkinkan efisiensi biaya operasional langsung dirasakan oleh perusahaan. Dengan model ini, risiko finansial dapat ditekan sementara manfaat energi bersih tetap optimal.
Presiden Direktur iForte Energi, Mohamad Iwan, menyatakan komitmennya menyediakan solusi energi berisiko rendah dengan kinerja tinggi. Ia menambahkan bahwa dukungan infrastruktur dari entitas Grup Djarum lain, seperti Protelindo dan iForte sebagai induk usaha, menjadi faktor penting kesuksesan proyek. Kolaborasi ini memastikan integrasi teknologi surya dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Skema OPEX ini juga memberi fleksibilitas bagi ISSP untuk mengalokasikan modal ke kebutuhan operasional lain. Hal ini menunjukkan bahwa investasi energi bersih tidak selalu memberatkan keuangan perusahaan. Strategi ini membuat pengelolaan energi lebih efisien sekaligus berkelanjutan.
Kontribusi PLTS Eksisting dan Dampak Lingkungan
Selain proyek baru, kedua perusahaan telah meresmikan pengoperasian PLTS di Plant 1, 2, dan 3 dengan total kapasitas 2,1 MWp per tahun. Instalasi ini disebut telah mengurangi emisi karbon sebesar 2.806 ton CO² setiap tahunnya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa adopsi energi surya memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan operasional perusahaan.
Pengalaman dari PLTS eksisting juga menjadi dasar bagi pengembangan proyek hybrid di Plant 5 dan 7. Integrasi teknologi BESS dan kapasitas lebih besar menjamin pasokan listrik yang stabil dan efisien. Dengan demikian, ISSP dapat terus mengurangi ketergantungan pada energi konvensional dan mendukung tujuan industri hijau.
Kontribusi PLTS ini juga memberikan nilai tambah bagi reputasi perusahaan dalam praktik bisnis berkelanjutan. Dampak lingkungan yang nyata menjadi indikator keberhasilan strategi energi bersih. Proyek ini sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Percakapan dan Dukungan Strategis Pihak Terkait
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing industri melalui energi yang lebih hemat dan berkelanjutan,” kata Tedja dalam keterangan resmi.
Ia menekankan bahwa integrasi PLTS hybrid bukan hanya soal efisiensi energi, tetapi juga peningkatan daya saing. “Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi hijau bisa diterapkan secara realistis di sektor manufaktur,” tambahnya.
Mohamad Iwan menegaskan, iForte Energi berkomitmen menjaga kualitas dan kinerja sistem. Ia mengatakan bahwa dukungan dari Protelindo dan iForte membuat proyek ini bisa berjalan lancar. “Kami memastikan solusi energi yang aman dan efektif untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia,” ujarnya.
Percakapan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan manufaktur dan penyedia solusi energi. Dengan sinergi yang tepat, implementasi energi bersih dapat memberikan manfaat ganda: efisiensi operasional dan pengurangan emisi. Kolaborasi ini menjadi contoh praktik terbaik untuk masa depan industri yang berkelanjutan.
Manfaat dan Prospek Energi Hijau untuk Industri
Integrasi PLTS hybrid di fasilitas ISSP menjadi model bagi perusahaan lain dalam mengadopsi energi bersih. Dengan kapasitas besar dan sistem BESS, proyek ini menjamin pasokan listrik yang stabil dan ramah lingkungan. Hal ini memungkinkan perusahaan memaksimalkan produksi sekaligus menekan dampak negatif terhadap lingkungan.
Proyek ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dan strategi operasional dapat berjalan seiring. Penggunaan energi surya sebagai sumber listrik utama mendukung efisiensi biaya dan daya saing industri. Dengan penerapan model Solar OPEX, perusahaan bisa merasakan manfaat langsung tanpa beban investasi awal.
Dengan semua inisiatif ini, ISSP dan iForte Energi menunjukkan bahwa sektor manufaktur dapat menjadi pionir dalam energi berkelanjutan.
Keberhasilan proyek PLTS hybrid di Jawa menjadi bukti nyata bahwa industri hijau bukan sekadar konsep, tetapi praktik yang bisa diterapkan. Upaya ini diharapkan mendorong transformasi energi di berbagai sektor manufaktur di Indonesia.