JAKARTA - Pemerintah akan menetapkan tanggal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui sidang isbat.
Sidang penentuan 1 Syawal ini digelar dengan melibatkan berbagai unsur termasuk pakar astronomi dan organisasi keagamaan. Tujuannya agar keputusan memiliki legitimasi kuat dan dapat diterima masyarakat secara luas.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menegaskan, “Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik.”
Dengan keterlibatan berbagai pihak, keputusan sidang isbat dianggap sah secara keagamaan. Pendekatan ini memastikan transparansi dan akurasi dalam menentukan awal bulan Syawal.
Persiapan Teknis Sidang Isbat
Sidang isbat akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan teknis yang telah disiapkan pemerintah. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah menambahkan berbagai sarana dan prasarana sidang sudah dipersiapkan. Dukungan tersebut meliputi sistem pelaporan rukyat dan koordinasi titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.
Penyediaan dukungan teknis ini memastikan sidang berjalan lancar dan informasi hasil rukyat dapat tersampaikan secara tepat. Semua mekanisme dirancang agar keputusan sidang dapat diterima oleh seluruh pihak yang berkepentingan. Dengan kesiapan ini, masyarakat dapat memperoleh kepastian tanggal Lebaran dengan lebih cepat dan akurat.
Prediksi Awal Lebaran 2026
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, 1 Syawal 1447 H diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Tanggal ini masih bersifat prediksi karena keputusan final bergantung pada hasil pengamatan hilal. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang disepakati negara anggota MABIMS, Idulfitri akan ditetapkan keesokan harinya.
Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari atau istikmal. Prediksi ini memberikan gambaran awal bagi masyarakat untuk mulai menyiapkan berbagai persiapan Lebaran. Informasi ini juga membantu masyarakat merencanakan mudik dan kegiatan keluarga dengan lebih baik.
Perbedaan Penetapan dengan Muhammadiyah
Selain pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan maklumat mereka, Lebaran jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Metode hisab ini mengacu pada parameter Kalender Hijriah Global Tunggal yang menghitung ijtimak menjelang Syawal.
Pada saat matahari terbenam, ada wilayah di bumi yang memenuhi parameter kalender sehingga awal Syawal dapat ditetapkan.
Perbedaan penetapan ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang mengikuti panduan masing-masing organisasi. Masyarakat disarankan memahami perbedaan tersebut untuk merencanakan ibadah dan kegiatan Lebaran secara tepat.
Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2026
Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama Idulfitri melalui SKB Tiga Menteri. Rinciannya, libur nasional Idulfitri jatuh pada 21 dan 22 Maret 2026. Sementara cuti bersama ditetapkan pada 20, 23, dan 24 Maret 2026, memberikan masyarakat periode libur yang cukup panjang.
Dengan jadwal ini, masyarakat dapat merencanakan mudik, perayaan Lebaran, dan waktu berkumpul bersama keluarga. Persiapan libur panjang juga memengaruhi perencanaan transportasi dan akomodasi di berbagai daerah. Informasi ini membantu masyarakat menikmati momentum Lebaran dengan aman dan nyaman.