JAKARTA - Kemampuan perusahaan asuransi membayar klaim tepat waktu menjadi perhatian utama masyarakat.
Biaya layanan kesehatan yang terus meningkat membuat peserta lebih selektif memilih produk asuransi. Dalam konteks ini, konsistensi pembayaran klaim menjadi indikator penting fundamental industri.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) menunjukkan kinerja positif dalam pembayaran klaim.
Sepanjang 2025, kedua perusahaan membayar total klaim dan manfaat sebesar Rp 10,7 triliun untuk lebih dari 1,1 juta peserta. Realisasi tersebut terdiri atas Rp 6,3 triliun klaim IFG Life kepada lebih dari 480 ribu peserta dan Rp 4,4 triliun oleh Mandiri Inhealth.
Angka ini mencerminkan tingginya pemanfaatan produk asuransi jiwa dan kesehatan sekaligus menjadi indikator likuiditas perusahaan. Selain itu, pembayaran klaim yang konsisten menunjukkan ketahanan bisnis menghadapi risiko dan dinamika pasar. Hal ini membuat masyarakat lebih percaya untuk memilih layanan asuransi yang bisa diandalkan.
Fokus IFG Life pada Konsistensi Layanan
Plt. Direktur Operasional IFG Life, Ryan Diastana Firman, menekankan bahwa kemampuan membayar klaim secara konsisten merupakan ukuran keberlanjutan perusahaan.
“Kemampuan perusahaan dalam membayar klaim dan manfaat secara konsisten merupakan indikator penting keberlanjutan bisnis asuransi. Sepanjang 2025, IFG Life telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta,” ujarnya.
Langkah IFG Life ini sekaligus membuktikan bahwa perusahaan menempatkan kepuasan peserta sebagai prioritas. Konsistensi klaim tidak hanya soal angka, tetapi juga mencerminkan transparansi dan tanggung jawab perusahaan. Dengan layanan yang konsisten, peserta merasa aman dan terlindungi secara finansial.
Kinerja IFG Life juga memperkuat posisi perusahaan di ekosistem Indonesia Financial Group (IFG). Strategi ini mendukung efisiensi operasional, penguatan tata kelola, dan optimalisasi layanan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menegaskan peran IFG Life dalam menghadirkan layanan asuransi yang berkelanjutan dan dapat dipercaya.
Pengalaman Peserta di Mandiri Inhealth
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth, Marihot H. Tambunan, menekankan kualitas layanan harus diukur dari pengalaman peserta.
“Kami ingin para peserta merasakan proses layanan asuransi yang jelas dan mudah. Fokus kami bukan hanya pada manfaat, tetapi juga pada pengalaman peserta saat menggunakan layanan Mandiri Inhealth,” katanya.
Sepanjang tahun ini, Mandiri Inhealth telah membayar klaim dan manfaat sebesar Rp 4,4 triliun. Perusahaan berkomitmen memastikan setiap peserta dapat mengakses layanan tanpa hambatan. Pendekatan ini meningkatkan kepercayaan peserta sekaligus mendorong penggunaan layanan secara maksimal.
Mandiri Inhealth juga memperluas akses melalui jaringan rekanan yang mencakup lebih dari 8.000 fasilitas kesehatan di berbagai wilayah. Perluasan ini penting untuk memastikan peserta dari daerah terpencil tetap mendapatkan layanan kesehatan berkualitas. Strategi ini sekaligus mendukung inklusi asuransi kesehatan nasional yang lebih merata.
Sinergi IFG Life dan Mandiri Inhealth
Kedua perusahaan berada dalam ekosistem IFG, holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi. Sejak Mandiri Inhealth bergabung pada 2024, sinergi difokuskan pada efisiensi operasional, penguatan tata kelola, dan perluasan layanan.
Kolaborasi ini meningkatkan kapasitas pembayaran klaim sekaligus memperluas manfaat bagi peserta.
Sinergi juga terlihat pada integrasi teknologi dan jaringan layanan kesehatan. Hal ini membuat proses klaim lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Dengan kerja sama yang solid, kedua perusahaan dapat menghadirkan layanan yang lebih optimal di tengah persaingan industri.
Kinerja kedua perusahaan mencerminkan tren industri asuransi yang menekankan kombinasi antara layanan berkualitas dan ketahanan finansial. Peserta kini tidak hanya melihat besaran manfaat, tetapi juga pengalaman dan kepastian klaim. Hal ini menjadi faktor pembeda utama dalam memilih produk asuransi di tengah persaingan yang kompetitif.
Tren Industri Asuransi dan Tantangan Mendatang
Tren pembayaran klaim tinggi menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan finansial. Namun, perusahaan tetap dituntut menjaga keseimbangan premi, pengelolaan risiko, dan kecukupan cadangan agar berkelanjutan. Transparansi dan kecepatan layanan klaim diperkirakan akan menjadi faktor pembeda utama.
Kenaikan biaya layanan kesehatan dan dinamika ekonomi menjadi tantangan tambahan bagi perusahaan asuransi. Dengan strategi yang tepat, pembayaran klaim dapat tetap konsisten tanpa mengorbankan kualitas layanan. Hal ini memastikan peserta tetap mendapatkan manfaat optimal dan perusahaan tetap sehat secara finansial.
Kinerja IFG Life dan Mandiri Inhealth sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pembayaran klaim tepat waktu menjadi tolok ukur fundamental industri asuransi.
Dengan kombinasi konsistensi, pengalaman peserta, dan sinergi antar perusahaan, layanan asuransi dapat berjalan lancar. Ke depan, kemampuan membayar klaim secara tepat waktu tetap menjadi indikator utama kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.