Biznet

Biznet Perluas Jaringan Kabel Bawah Laut Indonesia untuk Koneksi Lebih Cepat

Biznet Perluas Jaringan Kabel Bawah Laut Indonesia untuk Koneksi Lebih Cepat
Biznet Perluas Jaringan Kabel Bawah Laut Indonesia untuk Koneksi Lebih Cepat

JAKARTA - Biznet menargetkan pengembangan infrastruktur kabel bawah laut menuju Kalimantan dan Sulawesi untuk meningkatkan konektivitas.

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, menyampaikan bahwa perusahaan mengoperasikan kabel bawah laut secara mandiri. “Hopefully di tahun depan kita sudah bisa mengkoneksikan sendiri kabel bawah laut ke arah Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Adrianto.

Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan internet di wilayah yang selama ini masih terbatas kapasitasnya. Dengan adanya koneksi langsung, kecepatan dan kualitas layanan diharapkan meningkat secara signifikan. Hal ini juga menjadi strategi Biznet untuk memperluas penetrasi pasar di luar Pulau Jawa.

Selain itu, Biznet juga fokus pada pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Pembangunan lanjutan proyek Biznet Nusantara Cable System 2 (BNCS-2) menjadi tulang punggung konektivitas antar pulau. Proyek ini direncanakan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi dengan panjang total sekitar 1.600 kilometer.

Infrastruktur Kabel Fiber Optik Biznet Saat Ini

Saat ini Biznet memiliki panjang kabel fiber optik bawah laut sekitar 1.700 kilometer. Total panjang fiber optik yang dimiliki mencapai sekitar 100.000 kilometer di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan Biznet melayani kota besar hingga kota kecil dengan kapasitas bandwidth tinggi dan stabil.

Proyek BNCS-2 terbagi menjadi enam segmen yang sedang dalam proses perizinan. Segmen 2 hingga 6 menjadi fokus pengembangan untuk memastikan konektivitas merata di wilayah timur Indonesia. Pembangunan ini sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur menghadapi teknologi 5G dan permintaan internet berbasis AI.

Cakupan Layanan Internet di Pulau Jawa dan Luar Pulau

Di Pulau Jawa, jaringan Biznet telah menjangkau hampir seluruh kota. Kecepatan internet di kota-kota kecil sudah bisa mencapai lebih dari 100 Mbps. Wilayah Sumatera dan Kalimantan juga terus diperluas cakupannya melalui pembangunan berkelanjutan, sehingga layanan merata.

Proyek sebelumnya, BNCS-1, telah menghubungkan Sumatera, Jawa, Bangka, dan sejumlah kota seperti Ogan Komering dan Metro. Daerah tersebut kini dapat menikmati kapasitas bandwidth setara kota besar seperti Jakarta. Adrianto menegaskan, “Dengan adanya jaringan bisnis di sana, bandwidth sudah bisa seperti di Jakarta, bahkan mencapai 500 Mbps.”

Peningkatan konektivitas ini memungkinkan masyarakat dan pelaku bisnis di wilayah tier dua dan tiga mengakses layanan internet dengan kecepatan tinggi. Hal ini menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong perkembangan ekonomi digital di daerah-daerah tersebut.

Kebijakan Kecepatan Internet dan Harga Kompetitif

Biznet juga berencana meningkatkan kecepatan internet hingga 30% pada 2026 tanpa kenaikan harga. Paket yang sebelumnya 65 Mbps seharga Rp250.000 kini menjadi 100 Mbps dengan harga tetap. Kebijakan ini berlaku untuk mendorong akses internet lebih luas di kota tier dua dan tiga.

Selain itu, ada promo khusus selama kuartal I/2026 bagi kota dengan sensitivitas harga tinggi. Penawaran ini memberikan layanan 100 Mbps dengan biaya Rp150.000 per bulan. Strategi harga ini diharapkan mendorong pertumbuhan permintaan dan adopsi layanan internet di wilayah yang sebelumnya terhambat faktor biaya.

Peningkatan kecepatan tanpa kenaikan harga juga menjadi daya tarik bagi pelanggan baru dan existing. Dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar, pengguna dapat mengakses konten digital dengan lancar. Hal ini menegaskan komitmen Biznet untuk menghadirkan layanan internet berkualitas dan terjangkau.

Manfaat Infrastruktur untuk Konektivitas Nasional

Dengan tambahan kabel bawah laut, Biznet semakin memperkuat jaringan antar pulau. Hal ini mendukung pertumbuhan ekosistem digital dan transformasi ekonomi daerah. Konektivitas yang merata menjadi salah satu faktor penting bagi kemajuan bisnis dan pendidikan digital di Indonesia.

Pembangunan infrastruktur ini juga meningkatkan kapasitas internet untuk menghadapi lonjakan penggunaan di masa mendatang. Akses yang cepat dan stabil membantu masyarakat memanfaatkan teknologi digital dengan lebih optimal. Dengan strategi ini, Biznet menegaskan posisinya sebagai penyedia layanan internet terdepan di Indonesia.

Selain manfaat ekonomi, jaringan kabel bawah laut membantu memperkuat komunikasi dan pelayanan publik. Dengan konektivitas merata, akses ke informasi, pendidikan, dan layanan digital menjadi lebih mudah. Hal ini menjadi landasan bagi pembangunan infrastruktur digital yang inklusif di seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index