Pilkada Taput, Bupati Nikson Nababan Imbau untuk Warga Ciptakan Suasana Kondusif

Nikson Nababan menghimbau untuk warga agar menciptakan suasana yang kondusif. Beberapa bulan lagi PEMILU dan PILKADA akan diselenggarakan. Kontestasi pemilihan pemimpin ini selalu dihiasi dengan ketegangan dan suasana yang kurang kondusif. Untuk mengantisipasi suasana yang ada di Tapanuli Utara, Suasana kacau pada masa menjelang PEMILU biasanya dikarenakan praktik kotor oknum yang menghalalkan segala cara demi memenuhi kepentingan pribadi maupun golongan. Oknum ini tidak segan menciptakan kegaduhan demi ambisi mereka sendiri.

Menurut Nikson Nababan ada beberapa hal yang wajib diwaspadai menjelang PEMILU seperti ini. Yang pertama adalah praktik money politik. Para oknum kandidat biasanya tidak akan sungkan datang menemui calon pemilih untuk membeli suara mereka. Mereka menawarkan beberapa uang untuk membeli suara penentu masa depan mereka. Bupati berharap agar warganya menghindari calo suara seperti itu dan memilih menurut kata hati mereka.

Penggunaan sosial media juga bisa menciptakan suasana yang kondusif. Oknum tertentu akan memanfaatkan media sosial sebagai media bagi mereka untuk menjatuhkan kandidat lain. Saling fitnah yang dilontarkan melalui media sosial jelas akan menurunkan elektabilitas calon yang lain. Hal itu menyebabkan pendukung yang kandidatnya dijadikan sasaran fitnah media sosial akan membalas dan menyebabkan kekacauan publik. Oleh karena itu Nikson Nababan mewanti-wanti warganya untuk bijak dalam bermedia sosial.

Isu sara juga kerap kali dipergunakan oleh para oknum kandidat untuk meraih suara serta merusak citra kandidat lain. Oleh karena itu Nikson Nababan berharap warganya lebih bijak menyikapi hal-hal yang berbau sara. Karena itu akan berdampak kepada kandisi maupun suasana di dalam masyarakat. Dengan kondisi masyarakat Tapanuli Utara yang majemuk, tentu menebar isu sara bukan hal yang sulit. Gesekan demi gesekan akan berpotensi menciptakan kondisi yang tidak kondusif di masyarakat.

Lebih lanjut, demi menjaga suasana kondusif menjelang PEMILU, Bupati Nikson nababan mengajak warga untuk belajar memahami esensi dari PEMILU. Para pendukung fanatik akan mendukung mati-matian dan bahkan tidak sungkan menghalalkan segala cara. Hal itu karena bagi mereka, kemenangan kandidat yang mereka dukung adalah harga mati, sehingga moralitas tidak berlaku lagi. Himbauan untuk memahami esensi PEMILU adalah langkah untuk menyadarkan warga agar mendukung tidak membabi buta. Bukan hanya kedekatan hubungan dengan kandidat saja, namun rekam jejak kepemimpinan juga wajib jadi pertimbangan.

Tidak hanya itu saja yang wajib diperhatikan demi menjaga stabilitas di tengah warga. Bupati Nikson Nababan juga menghimbau agar warganya tidak terjebak dengan kampanye hitam. Bagaimana tidak, kelihaian oknum memanfaatkan kondisi mampu membawa masyarakat secara tidak sadar terlibat dalam kampanye hitam. Dengan informasi dari mulut ke mulut warga secara sadar atau tidak, telah menyebarkan kampanye hitam. Dengan menyebarkan propaganda negatif salah satu kandidat, tentu akan menjatuhkan kredibilitas dari kandidat tersebut.

Tentu wajib bagi warga untuk menghindari cara-car kotor tersebut demi terciptanya kondisi yang kondusif. Jika warganya masih nekat melakukan hal itu, Bupati Nikson Nababan memperingatkan adanya ancaman hukum yang menanti. Karena seharusnya PEMILU sebagai pesta Demokrasi diselenggarakan dengan cara yang beretika. Tanpa adanya etika dalam penyelenggaraannya, PEMILU hanya akan menjadi ajang pembelian kekuasaan. Jika sampai terjadi, maka sudah dipastikan hilangnya pemimpin-pemimpin yang amanah.

Untuk itu, Bupati Nikson Nababan memberi wejangan dalam menentukan pilihan. Yaitu kenali kandidat secara menyeluruh latar belakang kehidupannya, bukan hanya dari status maupun kedekatan pribadi. Lalu, pelajari rekam jejak kepemimpinan dari kandidat yang akan dipilih. Kemudian tentukan pilihan dengan hati nurani, bukan karena uang yang diberikan saja.