JAKARTA — Pemerintah Kota Bandung berencana menggencarkan promosi menjelang pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara yang dijadwalkan pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa promosi ini merupakan langkah strategis guna memikat maskapai penerbangan agar bersedia membuka berbagai rute penerbangan menuju bandara tersebut.
"Kami yang pasti akan ikut mempromosikan karena itu bagian dari upaya kami agar investasi yang ditanamkan oleh berbagai macam maskapai itu tidak menjadi sesuatu yang percuma," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (30/7/2026) malam.
Di samping itu, Farhan menyoroti kondisi tarif penerbangan ke Bandung yang saat ini masih tergolong tinggi. Melalui strategi promosi yang terarah, diharapkan target pasar yang disasar dapat tercapai secara optimal.
"Karena bagaimanapun juga, harga tiket pesawat sekarang mahal sekali. Perkiraan itu pesawat Garuda yang akan terbang mulai pertama kali ke Bali tanggal 16 Agustus, itu saja harganya sudah antara Rp 1,3 juta sampai Rp 2,1 juta. Sekali terbang," jelasnya.
Lebih lanjut, Farhan memastikan bahwa kegiatan promosi pariwisata Kota Bandung ini akan dikerjakan secara sinergis melalui kolaborasi antara tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.
"Karena harga tiket sekarang mahal, nah, maka saya nanti bersama dengan tim ekonomi dan tim Disbudpar akan mendesain berbagai macam bentuk promo agar orang bisa tahu dan memberikan alasan, kenapa mesti bayar lebih untuk terbang datang ke Bandung. Nanti akan ada jawabannya," ucapnya.
Terkait kesiapan fasilitas pendukung bandara, Farhan mengungkapkan bahwa instansi terkait telah mendapat instruksi untuk melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh pekerjaan yang telah rampung demi memastikan kualitasnya tetap terjaga.
"Yang paling penting adalah jangan sampai penumpang turun atau penumpang mau naik, itu teh merasakan bahwa, 'Ah, Bandung mah can (belum) siap, taksi belum beres, parkir berantakan, jalan barolong (berlubang), gelap. Nah, itu yang enggak boleh terjadi," ujarnya.
"Sampai tadi saya masih memberikan instruksi kepada DSDABM untuk membereskan beberapa ruas jalan yang tidak rapi di seputaran Bandara Husein," tuturnya.