Bank Neo Commerce Tunggu Juknis untuk Masuk KBMI 2

Bank Neo Commerce Tunggu Juknis untuk Masuk KBMI 2
PT Bank Neo Commerce Tbk (Foto : Net)

JAKARTA — PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC telah mempersiapkan diri untuk naik kelas menyusul adanya imbauan penghapusan Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1. Meskipun demikian, bank digital tersebut masih menantikan kejelasan aturan main yang berlaku.

Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menyatakan bahwa pihaknya sudah berdiskusi dengan para pemegang saham mengenai strategi penambahan modal inti agar dapat melangkah ke KBMI 2.

Meski demikian, pihak BNC belum menentukan lini masa (timeline) pasti guna menjalankan rencana tersebut. Sampai saat ini, Eri menyampaikan bahwa pihaknya masih menanti terbitnya petunjuk teknis (juknis) agar langkah yang dirumuskan bisa berjalan selaras.

“Kami menunggu juknis dan apa saja yang diperbolehkan. Tentunya nanti kami akan memformulasikan strategi kami,” ungkap Eri di Jakarta, dikutip Senin (3/8/2026).

Secara garis besar, Eri menambahkan bahwa BNC lebih memprioritaskan pertumbuhan secara organik. Ia menyebutkan bahwa perolehan laba secara organik diharapkan mampu mencukupi kebutuhan modal inti minimum untuk naik ke KBMI 2, yang nantinya akan dikombinasikan dengan berbagai skema pendukung lain apabila diperlukan.

“Mudah-mudahan dari laba yang kami hasilkan secara organik bisa menutup gap itu dengan lumayan lah. Apakah nanti kami lakukan capital market atau apapun skemanya kami akan menutup (gap) itu. Tunggu juknisnya,” tukas Eri.

Per akhir Juni 2026, total modal inti yang dimiliki BNC telah mencapai Rp 4,3 triliun, mengalami peningkatan dari catatan periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 3,67 triliun.

Sebagai pengingat, sebuah bank diwajibkan mempunyai modal inti melampaui Rp 6 triliun demi memenuhi syarat masuk ke KBMI 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekurangan modal inti yang masih harus dipenuhi BNC berada di kisaran angka Rp 1,7 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index